Siapa diri ini?
Terkadang banyak pertanyaan diluar logika yang ingin sekali aku ketahui. Sempat berpikir mengapa Tuhan menciptakan kita semua dengan begitu detailnya. Dari terciptanya badan ini, kebutuhan yang diperlukan di bumi dan bahkan tujuan untuk hidup. Saat kita kecil kita tidak pernah memikirkan kenapa kita semua ini hidup dan untuk apa kita hidup. Saat usia mulai bertambah, kita semua makin merasakan hidup yang sebenarnya. Dengan berbagai rasa kita semua lalui. Bahkan sampai detik ini pun aku bingung apa kah aku benar-benar berguna dibumi ini? Apakah benar bahwa Tuhan itu adil dengan caranya?
Aku sendiri merasa bahwa apakah aku layak ada disini? mungkin orang akan bilang saat kamu sudah dilahirkan kedunia ini berarti kamu layak. Itu menurut persepsi orang. Tapi tidak denganku. Mungkin kalo kalian pikir aku adalah manusia yang banyak insecurenya. Bukannya tidak bersyukur tapi terkadang aku butuh jawaban pastinya. aku menjalani hidup ini tanpa mengerti tujuan yang sebenarnya. Katanya Tuhan sudah menuliskan cerita untuk setiap mahkluknya. Tapi dari yang aku pahami selama hidup, apakah benar Tuhan membuat cerita dimana manusia memilih untuk bunuh diri? Katanya Tuhan tidak akan memberikan cobaan yang tidak melebihi batas manusia, namun yang kita lihat banyak manusia yang mati karena bunuh diri. Dan manusia hanya menyimpulkan mungkin mereka kurang kuat imannnya atau mungkin mereka tidak memiliki Tuhan. Entahlaahh aku masih belum memahaminya.
Bahkan aku merasa apakah aku manusia terbodoh? katanya setiap manusia memiliki bakatnya masing-masing. Tapi aku merasa bahwa aku tidak memiliki bakat apapun. Bahkan untuk tau apakah aku menyukai atau tidak aja masih membingungkan. Katanya jangan khawatir selagi Tuhan ada, namun aku khawatir apakah Tuhan masih mau mengabulkan apa yang aku pinta? Aku bukanlah orang baik, aku bukanlah manusia yang bisa dibanggakan. Bahkan aku hanya mengikuti alur cerita yang aku sendiri bingung kenapa bisa aku mengikuti begitu saja tanpa perlawanan. Semua hanya berasal dari katanya dan katanya. Masih belum menemukan jawaban pasti.
Apakah kita hidup untuk membuat orang lain bahagia atau kita hidup untuk membahagiakan diri kita sendiri? Kita selalu merasa tersakiti dan terluka, bahkan saat kita berbuat baik justru kita dibalas dengan kejahatan, untuk apa? Untuk mengetahui bahwa jangan selalu baik? atau untuk mengetahui bahwa harus selalu baik meski tersakiti? Apa?
Semua yang aku lalui selama ini terkadang membuat aku berpikir mengapa harus seperti ini? Betapa menyakitkannya hati ini saat terluka begitu dalam. Aku mudah menangis, aku mudah kesal dan marah, aku mudah tersentuh, bahkan aku bisa pura-pura tidak sedih agar aku tetap terlihat bahagia. Seberat apapun masalah yang kita hadapi sangat percuma jika menceritakan namun mereka tidak bersimpati, memang mereka punya hak nya masing-masing namun bisakan untuk merasa simpati saja jika ada yang sedang bercerita. Apa kali jika kita sudah bercerita ada orang yang kembali cerita dengan alasan hidup kita masih mending dibanding hidupnya.
Padahal mental seseorang itu tidak lah sama, ada hal sepele saja sudah membuat rumit ada hal besar dibawa santai, itu hanya perbedaan penilaian saja. Namun di sini yang kita butuhkan adalah bagaimana menghargainya. Iya bahkan aku pernah diposisi menyudutkan sipencerita dengan tujuan agar mindsetnya bisa berubah. Namun nyatanya aku salah, kata yang aku lontarkan justru membuat mereka semakin terpojok. Mereka hanya ingin bercerita dan ingin didengar mau yang salah dia atau oran lain lebih baik kalian dengarkan saja, jangan menyalahkan siapapun. Karena mereka yang bercerita sedang butuh didengarkan, bukan dimaki atau disalahkan. Mau siapapun yang salah lebih baik diam saja. Bersaran dengan kata yang baik, dan intinya jangan menyudutkan, itu membuat mereka lebih terluka secara tidak sengaja.
Dan aku tersadar aku ingin mereka bercerita agar beban mereka berkurang, namun secara tidak sengaja aku malah membuatnya makin tambah terbebani karena ku. Dan disini aku berpikir aku masih sangat jahat untuk setiap orang. Ya aku ingin menjadi orang yang bertutur kata baik, yang selalu bisa membuat orang lain tenang dan memberikan penyemangat, namun nyatanya aku malah melukainya. Jahat sekali bukan? Tapi jujur aku tidak ingin itu semua terjadi. Aku hanya berharap aku bisa menjadi manusia baik.
Bahkan aku tidak bisa mengenali diriku sendiri. Aku tidak tau apa mau diri ini dan bagaimana diri ini melakukannya. Katanya aku harus menjadi diri sendiri, tapi nyatanya menjadi diri sendiri sama buruknya. Saat kita mencoba menajdi orang lain, kita sendiri merasa tertekan namun diterima banyak oang. Tapi saat aku menjadi diriku sendiri mereka tidak ada yang mau menerima. Lalu aku harus bersikap bagaimana? aku tidak ingin jahat pada siapapun, tapi aku hanya nyaman pada diriku sendiri. Banyak yang menghina aku diam, namun saat aku diambang batas dan menghinanya aku justru dibilang aku sangat kejam darinya. Apa adilnya dalam hidup ini?
Sulit mengenal diri sendiri sangat sulit, tapi kita mampu memahami orang lain. Bahkan hadir ku saja masih ku pertanyakan. Selamat bagi kalian yang memiliki bakat, kalian yang berpengaruh besar didunia ini, kalian yang menjadi hebat, intinya siapapun kalian jangan lupa bersyukur, karena katanya jika kalian telah lahir didunia kalian tetap berpengaruh dibumi ini, meski kita tidak pernah menyadari itu.
Komentar
Posting Komentar