Jika Kau Pergi Jauh
Apa bisa aku menerima semua ini? Apa bisa aku tetap tersenyum untuk mengatakan aku baik-baik saja padahal aku terluka sangat dalam? Apa aku sanggap menatap tubuh kakumu yang terbaring diselimuti kain putih? Apa aku sanggup menaburkan bunga untukmu? Apa aku mampu untuk berhenti menangisimu? Dan apakah aku akan kembali sepi setelah tidak ada hadirmu?
Aku tau saat ini kau berjuang melawan sakitmu, aku tau kau berusaha untuk tetap hidup namun kau tak kuat menahan sakit itu. Dan aku tau aku tak bisa melakukan apapun agar kau kembali sembuh seperti sedia kala. Aku pasrah atas segala yang terjadi. Tuhan sudah menentukan hidup setiap orangnya. Ikhlas atau tidak yang ditinggalkan harus tetap ikhlas. Bahkan kita masih harus bangkit kembali menahan semua kepahitan yang terjadi. Sedih dan sungguh sedih jika itu benar terjadi, marah iyaa tapi tak mungkin semua kembali seperti yang ku mau. Mau tidak mau aku harus siap dengan apa yang terjadi. Suka tidak suka semua akan terjadi sesuai kehendaknya. Dan sebisa mungkin aku bangkit kembali. Dan aku harus mampu membuat senyum palsu dihadapan semua orang, kembali menangis dipojok kamar disetiap malam, dan bangun pagi dengan mata bengkak. Ya seperti dulu kala sebelum bertemu denganmu. Dan aku harus siap untuk semua itu. Karena nyatanya itulah takdir hidupku.
Aku tidak akan lupa padamu, aku akan berdoa agar kau tau apa yang aku katakan dibawah sini. Aku akan memohon pada Yang Maha Kuasa untuk menyampaikan kalimat bahwa "Aku Sangat Mencintaimu dan Masih Mencintaimu" Tapi ku mohon jangan bersedih jika melihatku tidak sesuai yang kau harapkan diatas sana. aku sedang berusaha kembali menyembuhkan diri tanpamu. Sungguh sulit untuk ku lakukan. Tapi aku akan berusaha semaksimal mungkin agar kau tetap bahagia disana.
Kau tau saat kau bicara bahwa kau ingin sekali jalan-jalan denganku keluar tanggerang aku sangat bingung, dan kau tambahkan kalimat "Aku takut gabisa ketemu dan jalan bareng km lagi" sungguh aku ingin meneteskan air mata ini aku ingin teriak sekencang kencangnya dan berkata "Tuhan mengapa ini terjadi padaku?" Mengapa kau hadirkan dia jika kami tidak bisa saling menua bersama? Dan aku benar takut jika itu terjadi, maka aku akan kembali menjadi seorang diri yang selalu melihat kehidupan orang lain yang bahagia dengan yang lainnya. Kembali membisu dan menyendiri.
Dan lagi aku harus ikhlas dengan semua yang terjadi sekarang dan dimasa depan. Katanya sesuatu yang aku tidak anggap baik tapi adalah sesuatu yang Kau anggap baik untuk hidupku. Dan mau tidak mau aku harus menerimanya. Menerima meski aku tidak mau sekalipun.
Aku percaya Tuhan meski pahit yang kuterima itu adalah hal baik untuk orang lain yang kusayang. :)
Komentar
Posting Komentar