Di Titik Serba Salah

 


Diposisi serba salah itu nggak enak, sudah melakukan yang sesuai tetap saja disalahkan. Dan lagi harus mengalah untuk menjaga hubungan yang terjalin.

Iya itu yang aku rasakan sekarang, dan sekarang aku hanya berfikir bahwa aku hanya wanita yang bodoh dan tidak cekatan seperti wanita lainnya. Yaa harus nya aku mengerti apa maksudnya hanya sekali dia bercerita, namun aku hanya terus bertanya seperti orang bodoh saja. Otakku lamban sekali, tidak sepertinya yang begitu cekatan. Ya dia sekarang menjadi lebih pemarah, tidak seperti dulu. Apakah dia berubah? Tapi dia bilang dia masih mencintaiku. Atau aku terlalu bodoh masih mempertahankannya, namun dia tidak membiarkan aku pergi. Bukan tak ingin disalahkan, hanya saja bisakah tanpa amarahmu itu? Hati ku mudah hancur saat kamu membentakku dan aku memaafkanmu, entah mengapa saat aku memilih untuk membahagiakanmu, aku terus memperjuangkannya meski kau sudah banyak berubah sekarang.

Katamu aku boleh bercerita apapun bahkan tentang dirimu, tapi kamu malah semakin memojokkanku seakan aku orang jahat. Dan lagi aku yang salah. Saat aku memilih bercerita tentangmu kepada temanmu kau kembali marah padahal kau mengizinkanku untuk bercerita. Lalu aku lagi yang salah. Aku harus bagaimana sekarang, semuanya salah. Apakah aku tidak pernah diperbolehkan untuk menceritakan apa yang mengganjal dihatiku? Apakah aku tidak diperbolehkan meluapkan isi hatikuk pada siapapun? Aku tidak sekuat itu. Aku ingin cerita padamu tapi aku takut kamu marah atau kesal padaku. makannya aku lebih baik diam, tapi rasanya benar aku tidak bisa cerita pada siapapun karena benar atau salah aku tetap disalahkan olehmu.

Aku tau kau dalam masalh yang begitu rumit, maka dari itu aku tidak pergi meninggalkanmu. Tapi nayatanya sikapmu seperti itu. Kau bilang aku adalah orang yang baik, namun nyatanya ada kata yang begitu menyakitkan yang selalu kaiu pikirkan hingga sekarang. Jika nyatanya aku masih melukai mu jangan anggap aku orang baik. Sedari awal aku bilang aku bukan orang baik, jika suatu saat aku melakukan sesuatu yang tidak kau suka, kau akan sangat kecewa padaku.

Jika kau lelah kau boleh bilang padaku jangan kau pendam, aku ingin kamu jujur padaku. Dari pada setiap apa yang kulakukan kau menyalahkanku. Jika aku salah maka perbaiki aku beri tahu aku dengan lembut, aku hanya wanita rapuh yang tak pernah mendapatkan cinta sesungguhnya. Terlahir hanya dengan seorang ibu yang kuat dan tegar tanpa ayah yang mengajariku untuk tetap kuat. 

Kau bilang aku tak pantas disakiti oleh laki-laki diluar sana, namun aku disini menangis menahannya seorang diri. Kadang aku lelah dengan sikapmu, tapi aku tidak mau menyerah dengan sikapmu itu. Kau bialng aku wanita kuat makannya aku yakin aku bisa melalui semuanya. Kita ini sebenernya orang yang sama, kita hidup dilingkungan yang tidak kita suka, tanpa keluarga yang benar-benar menyayangi kita. Kau diperlakukan tidak adil oleh ayahmu, aku diperlakukan tidak adil oleh tanteku. Aku tau jika dibandingkan oleh mu kehidupanmu lebihi buruk. Tapi disini aku juga hanya bisa menangis seorang diri. Bahkan kau pun sekarang seoalah tidak peduli. Kau hanya berkata bahwa pedulimu berbeda. Ya pedulimu sangat berbeda, seperti benar-benar tidak peduli.

Sekarang aku ingin bertanya, apakah aku tetap menjadi wanitamu? Apakah aku tidak boleh mengenal siapapun didunia ini? Jika begitu apakah kau bisa bertanggung jawab? Menanggung setiap amarahku, keegoisanku dan banyak hal yang mungkin kamu tidak suka? Sepertinya tidak juga. Bahkan akhir akhir ini saja kamu merubah sikapmu. Kau mungkin sedang sakit dan aku memulai pertempuran ini itu sebabnya kau meledak lebidh dari biasanya. Tapi disini aku juga manusia yang memiliki masalah juga sama sepertimu, katanya kau bersikap seperti apa ku lakukan, nyatanya kau tetap melakukan apa yang mau kau lakukan. Dan aku tidak boleh menirumu. Entah aku bodoh atau aku baik, tapi meski kau memperlakukan ku seperti itu aku tetap memaafkanmu.

Segala salahmu segala perkataanmu aku selalu memaafkanmu, karena aku tau tidak memaafkanmu juga apa bedanya. Dari pada memperburuk aku coba meminimalisir. Ternyata benar kata orang. Jika dia tau kita begitu amat mencintainya dia akan memperlakukanmu seenaknya saja. Seolah meski melakukan kejahatan sekalipun aku akan kembali dan tidka memiliki pilihan selain kembali padamu. :)

Komentar